Siapa yang diuntungkan dari keputusan DPR soal RUU Pilkada?

>> Sabtu, 27 September 2014

Belakangan ini gw diajarkan buat ngeliat gimana cara orang rasional membuat sebuah keputusan, salah satu aspek yang dominan yang mempengaruhi seseorang mengambil keputusan adalah ada dimana aspek economic interest mereka.

Gw mau coba sotoy dengan aspek economic interest dari beberapa pihak yang membuat seseorang mengambil posisi mendukung atau menolak dalam kasus RUU Pilkada kemarin.

Realita aspek economic interest di balik opsi RUU pilkada

Opsi Pilkada langsung :

  • Tukang sablon dan percetakan dapat rezeki melimpah dari proyek cetak-mencetak untuk keperluan kampanye.
  • Tokoh masyarakat dan masyarakat biasa dapat rezeki dari proyek jadi tim sukses calon kepala daerah (baik itu yang bagian ngerahin massa, cuma masang atribut kampanye, ataupun sampe yang cuma hore-hore aja)
  • Konsultan politik dapat rezeki dari proyek survei politik, undangan jadi narasumber di TV, proyek konsultasi kampanye dari para calon kepala daerah.
  • KPUD jadi dapat rezeki dari pelaksanaan pilkada
  • Pentolan-pentolan sosmed dapat rezeki dari jadi buzzer kampanye calon kepala daerah.
  • Partai Politik dapat rezeki dari duit mahar jadi pengusung calon kepala daerah.
  • Politikus yang mau jadi kepala daerah keluar lebih banyak uang untuk pencalonannya

Opsi Pilkada lewat DPRD :
  • Anggota Dewan dapat rezeki dari lobby-lobby politik calon kepala daerah.
  • Partai Politik dapat rezeki dari duit mahar jadi pengusung calon kepala daerah.
  • Politikus yang mau jadi kepala daerah keluar uang lebih sedikit untuk pencalonannya.

Jadi dengan pertimbangan aspek economic interest diatas kita bisa tau kenapa si A atau si B mengambil posisi mendukung atau menolak RUU Pilkada, tapi yang paling penting selanjutnya menurut gw adalah siapa yang menang banyak dari keputusan paripurna DPR kemarin? :P

Nah, kesimpulannya.. Dengan asumsi yang gw yakinin dari dulu bahwa pola pikir idealisme itu cuma milik para seniman dan mahasiswa, keputusan yang dibuat oleh anggota dewan kemarin adalah murni hasil pertimbangan pemikiran pragmatis yang mengatasnamakan amanat konstitusi.

Read more...

Kematian Hati

>> Senin, 27 Januari 2014

 Kematian Hati
Alm Ust Rahmat Abdullah
Banyak orang tertawa tanpa (mau) menyadari sang maut sedang mengitainya. Banyak orang cepat datang ke shaf shalat laiknya orang yang amat merindukan keka-sih. Sang ternyata ia datang tergesa-gesa hanya agar dapat segera pergi. Seperti penagih hutang yang kejam ia perlakukan tuhannya.
Dari jahil engkau disuruh berilmu dan tak ada izin untuk berhenti hanya pada ilmu. Engkau dituntut beramal dengan ilmu yang Allah berikan. Tanpa itu alangkah besar kemurkaan Allah atasmu.
Tersanjunglah engkau yang pandai bercakap tentang keheningan senyap ditingkah rintih istighfar, kecupak air wudlu di dingin malam, lapar perut karena shiam atau kedalaman munajat dalam rakaat-rakaat panjang. Tersanjungkah engkau dengan licin lidahmu bertutur, sementara dalam hatimu tak ada apa-apa. Kau kunyah mitos pemberian masyarakat dan sangka baik orang-orang berhati jernih, bahwa engkau adalah seorang saleh, alim, abid lagi mujahid, lalu puas, meyakini itu tanpa rasa ngeri.
Asshiddiq Abu bakar Ra. Selalu gemetar saat dipuji orang. “YA Allah, jadikan diriku lebih baik daripada sangkaan mereka, janganlah Engkau hukum aku karena ucapan mereka dan ampunilah daku lantaran ketidak tahuan mereka”, ucapnya lirih.
Ada orang bekerja keras dengan mengorbakan begitu banyak harta dan dana, lalu ia lupakan semua itu dan tak pernah mengenangnya lagi. Ada orang beramal besar dan selalu mengingat-ingatnya, bahkan sebagian menyebut-nyebutnya kepada khalayak. Ada orang beramal sedikit dan mengkalim amalnya sangat banyak. Dan ada orang yang sama sekali tak pernah beramal, lalu merasa banyak amal dan menyalahkan banyak orang karena kekurangan atau ketidaksesuaian amal mereka dengan ambisi pribadinya, atau tidak mau kalah atau tertinggal di belakang para pejuang. Mereka telah menukar kerja dan kata.
Dimana kau letakkan dirimu? saat kecil, engkau begitu takut gelap, suara dan segala yang asing. Begitu kerap engkau bergetar dan takut, sampai sesudah pengalaman dan ilmu makin bertambah, engkau pun berani tampil di depan seorang kaisar tanpa rasa gentar. Telah berapa hari engkau hidup dalam lumpur yang membunuh hatimu sehingga getarannya tak terasa lagi saat obyek ma`siat menggodamu dan engkau menikmatinya? , Malu kepada Allah dan hati nurani tak ada lagi.
Malam-malam berharga berlalu tanpa satu rakaat pun kau kerjakan. Usia berkurang banyak tanpa jenjang kedewasaan ruhani bertambah tinggi. Rasa malu kepada Allah, dimana kau kubur dia? Di luar sana rasa malu tak punya harga. Mereka jual diri secara terbuka lewat layar kaca, sampul majalah atau bahkan melalui penawaran langsung, 228.000 remaja mengidap putau. Dari 1500 responden usia SMP & SMU 25% mengaku telah berzina dan hampir separuhnya setuju remaja berhubungan seks di luar nikah asal jangan perkosaan, walaupun pada saatnya mereka memperkosa.
Dan masyarakat memanjakan mereka, karena “mereka masih dibawah usia”. Mungkin engkau mulai berfikir “jamaklah, bila aku main mata dengan aktifis perempuan, bila engkau laki-laki atau sebaliknya (akhi dan ukhti) di celah-celah atau berdialog dalam jarak sangat dekat atau bertelepon dengan menambah waktu sekedar melepas kejenuhan dengan canda jarak jauh”
Betapa jamak “dosa kecil” itu dalam hatimu. Kemana getarannya yang gelisah dan terluka dulu, saat “TV Thaghut” menyiarkan segala “kesombongan jahiliyah dan maksiat”?. Saat engkau mau muntah melihat laki-laki berbusana perempuan, dan perempuan berpakaian laki-laki, apa tertawa riang menonton akting mereka tidak dilaknat?”Ataukah taqwa berlaku saat berkumpul bersama dan yang paling tinggi berteriak “ini tidak islami” berarti ia paling islami, lalu sesudah itu urusan kesendirian tinggallah antara engkau dengan lamunanmu, tak ada Allah disana?
Sekarang engkau telah jadi kader hebat. Tidak lagi malu-malu tampil. Justeru engkau sangat malu untuk menahan tanganmu dari jabatan tangan lembut lawan jenismu yang muda dan segar. Kau yang tak mampu melawan berontak hatimu untuk tidak makan berdiri di tengah suatu resepsi mewah. Berbisiklah syaithanmu : “Jika kau duduk di lantai atau di kursi malam ini citra da`wah akan ternoda”. Seakan engkau-lah pemilik da`wah ini.
Lupakah kau, jika bidikanmu ke sasaran tembak meleset 1 milimeter, maka pada jarak 300 meter dia tidak melenceng 1 milimeter. Begitu jauhnya inhiraf di kalangan awam, tak lain karena para elitenya telah salah melangkah lebih dulu. Siapa yang mau menghormati ummat yang “kiayi”-nya membayar beberapa ratus ribu kepada seorang perempuan yang beberapa menit sebelumnya ia setubuhi, lalu dengan enteng mengatakan “itu maharku, Allah waliku dan malaikat itu saksiku” dan sesudah itu segalanya selesai, berlalu tanpa rasa bersala? Siapa yang akan memandang ummat yang da`inya berpose lekat dengan seorang perempuan muda artis penyanyi lalu mengatakan “ini anakku, karena kedudukan guru dalam islam seperti ayah, bahkan lebih dekat lagi”
Akankah engkau juga menambah barisan kebingungan ummat lalu mendaftar diri sebagai ‘alimullisan (alim di lidah)?. Apa kau fikir sesudah semua kedangkalah ini kau masih aman dari kemungkinan jatuh ke lembah yang sama? Apa beda seorang remaja yang menzinai teman sekolahnya dengan seorang alim yang merayu rekan perempuan dalam organisasinya? . Kau andalkan penghormatan masyarakat awam karena statusmu lalu kau serang maksiat masyarakat awam? Bukankah ini mengkomersilkan kekurangan masyarakat? Koruptor macam apa engkau ini? Semoga ini tak terjadi pada dirimu, karena kafilah yang pernah berlalu tak sunyi dari peruntuh bangunan yang dibina dengan susah payah.
Pernah kau lihat sepasang mami dan papi dengan anak remaja mereka. Tengoklah langkah mereka di mal. Betapa besar sumbangan mereka kepda Amerika dan Zionis dengan banyak-banyak mengkonsumsi produk makanan mereka, semata-mata karena nuansa “westernnya” . Engkau akan menjadi faqih pedebat yang tangguh saat engkau tenggak minuman halal itu, dengan perasaan “lihatlah, betapa Amerikanya aku”. Memang, soalnya bukan Amerika atau bukan Amerika, melainkan apakah engkau punya harga diri. Mahatma Ghandi memimpin perjuangan kemerdekaan india dengan kain tenunan bangsa sendiri atau terompah lokah yang tak bermerk. Namun setiap ia menoleh ke kanan, maka 300 juta rakyat india menoleh ke kanan. Bila ia tidur di rel kereta api, maka 300 juta rakyat india akan tidur disana. Bila ia minta bangsanya mendongakkan kepala dengan bangga, maka 300 juta bangsa india akan tegak, walau pun tulang punggung mereka tak kuat lagi berdiri karena lapar dan kurang gizi.
Kini datang “pemimpin” ummat, ingin mengatrol harga diri dan gengsi ummat dengan pameran mobil dan rumah mewah serta hidup di tengah gemerlap kehidupan selebritis. Saat fatwa digenderangkan, ummat tak lagi punya kemauan untuk mendengar. “Engkau adalah penyanyi bayaranku dengan uang yang kukumpulkan susah payah. Bila aku bosan aku bisa panggil penyanyi lain yang kicaunya lebih memenuhi seleraku”

Read more...

Kucari Kamu

>> Sabtu, 02 November 2013

Kucari Kamu
by: Payung Teduh



Kucari kamu, dalam setiap malam
dalam bayang masa suram
kucari kamu, dalam setiap langkah
dalam lagu yang membisu

aku cari kamu, dalam setiap ruang
seperti aku yang menunggu
kabar dari angin malam

aku cari kamu 
di setiap malam yang panjang
aku cari kamu
kutemui kau tiada

aku cari kamu 
di setiap bayang kau tersenyum
aku cari kamu 
kutemui kau berubah

kucari kamu, dalam setiap jejak
seperti aku yang menunggu kabar dari matahari

Read more...

Ini Menurut Gw Lho Ya (tentang Macet Margonda)

>> Jumat, 31 Mei 2013

Buat yang tinggal di depok yang namanya jalan margonda pasti udah hafal di luar kepala. baik mall-mallnya, wisata kulinernya, sampai bahkan macet-macetnya. disini gw mau ngebahas tentang macetnya jalan margonda tiap weekend yang naudzubillah.
Buat yang tinggal di depok, terutama para pengendara baik itu motor atau mobil, berada di jalan margonda pada sore di hari jum'at, sabtu, dan minggu sore adalah neraka dunia. Macetnya itu lho. Jarak yang harusnya bisa ditempuh selama 10 menit bisa makan waktu sampai 1 setengah jam sendiri di waktu-waktu tersebut. gw pernah waktu itu pulang dari UI sampai jalan djuanda itu 1 jam sendiri. Padahal kalau normal paling hanya 5 - 10 menit. Kebayang ga kalau misalnya ada ambulance yang lagi bawa orang sakit ada di jalan itu pada jam-jam segitu. Oke ga usah dibayangin....
Kembali ke masalah macet margonda. kenapa ya margonda itu macet di waktu-waktu itu. Setelah dengan sok taunya gw mengamati, coba deh perhatiin isi penumpang setiap mobil yang ada di jalan margonda pada waktu-waktu itu. Ada mobil minibus (sebut saja kijang, APV, Zebra, Grand Livina, dan kawan-kawannya) isinya cuma satu orang, dua orang, jarang banget yang isinya full dan itu bukan cuma satu mobil tapi mayoritas mobil-mobil yang terjebak macet disana isinya seperti itu semua.
"Jadi menurut lo mobil-mobil itu yang nyebabin macetnya? ga fair dong toh motor juga banyak yang ga full seat-nya dan jumlah motor lebih banyak daripada mobil." iya betul, tapi poinnya gini.  Yuk coba kita itung-itungan, misal lebar jalan margonda 10 meter, lebar mobil 3 meter, lebar motor 50cm, artinya jalan margonda itu bakalan jadi padat dengan cuma 3 mobil, atau 20 motor. Belum lagi panjang mobil (minibus) misalkan kasarnya 4 meter, motor . 2 meter. 6 mobil minibus dengan masing penumpang 2 orang aja udah ngambil 72 m2 luas jalan margonda, sedangkan kalau dibandingkan sama 6 motor dengan masing 2 orang penumpang cuma memakan 12 m2 luas jalan margonda. "Artinya apa bro?" artinya kalau lw berkendara naik mobil minibus penumpangnya cuma dua atau bahkan cuma lo sendiri. ITU DZALIM BRO (sengaja gw injek capslock biar lebih dramatis). Oke, motor juga tidak full. justru disitu solusinya kalau lo cuma mau pergi berdua atau sendiri cobalah naik motor atau kendaraan umum. Pastilah kalau beli mobil aja bisa apalagi beli motor kan.
"Gengsi dong masa gw jalan ama pacar naik motor", "mana mau pacar gw diajak naik motor atau umum", "Masa kelas manajer kayak gw harus naik umum". *elus dada* bro... pliss,, masalah gengsi itu masalah lo, tapi masalah macet ini masalah kita bro. Masalah gw, lo, dan masyarakat depok bro. Kita ga bisa selesaiin masalah ini kalau misalnya kita sendiri ga mau nyelesaiinnya. kita tahu solusinya, kita tahu akar masalahnya tapi ya kita cuma sekedar tahu dan tidak mau ngejalanin solusinya.
oke, solusi lainnya kalau lw masih mau naik mobil bisa lw penuhin itu seatnya. Ajak temen-temen lo pergi bareng atau pake konsepnya @nebengers. itu cerdas menurut gw. Lo bisa tambah kenalan dan teman disitu sekaligus menjadi bagian solusi dari masalah kemacetan. "Gila lw.. gimana bisa gw naikin orang yang ga gw kenal ke mobil gw? kalau dia orang jahat gimana?" lha itu @nebengers bisa dan setau gw sih belum nemuin ada masalah kayak gitu di @nebengers. Daripada sibuk cari alasan buat denial mending lo coba dulu aja jalanin solusi kayak gitu. Gw selalu percaya apa yang kita pikirin baik itu positif atau negatif pasti akan datang dalam wujud kenyataan sebagaimana pikiran kita. maksudnya kalau lo selalu berpikiran negatif maka hal-hal negatiflah yang akan datang kepada lo sebagaimana yang lo pikirin.
Kalau masih resisten juga. ada solusi lain lagi nih tapi bukan buat kita tapi buat pemerintah kota depok. Gw sih lebih berharap kita ngejalanin solusi-solusi sebelumnya dibanding solusi ini. Karena menurut gw itu masalah macet ini karena kita sendiri dan kita juga yang harus tanggung jawab. itu juga buat bukti salah satu bentuk rasa memiliki kita terhadap kota kita ini. Solusi lainnya yaitu jalan margonda dibikin jalan 3 in 1 aja setiap sabtu minggu. Supaya jumlah mobilnya berkurang. "hahaha.. Pasti entar timbul yang namanya joki 3 in 1, tenang ajalah kan gw masih bisa pake jasa mereka?" monggo sih, tapi yakin lo? katanya tadi ga percaya kalau mau naikin orang yang ga lo kenal ke mobil lo dan menurut pengalaman orang-orang yang pernah make jasa joki 3 in 1 sih mereka punya masalah sama kenyamanan di mobil mereka ketika make jasa joki misalnya masalah bau badan joki itu. kan ga asyik kalau lo lagi berduaan sama pacar lo di mobil tiba-tiba ada bau sangit gitu kan. lagipula coba baca-baca atas lagi deh. Poin gw sebenernya ada di "ketika lo naik mobil di margonda coba deh penuhin seat mobil lo" thats it.
Gw seorang pengendara motor. Jadi mohon maaf kalau apa yang mau gw bahas sebelumnya adalah dari sudut pandang pengendara motor.
Gw percaya, kita ga bisa berharap masalah macet ini selesai dari orang-orang yang ngetweet ngeluh masalah macet tapi dari sebuah mobil minibus yang isinya cuma dia sendiri. Sebagaimana ga akan mempan nasehat tentang alkohol haram dari ucapan orang yang sedang nyekek botol pada saat yang sama.
Yuk kita jadi bagian solusi masalah kita...!

Read more...

The Change is Within Reach

>> Senin, 06 Mei 2013

Change is a health care plan that guarantees insurance to every american who wants it; that brings down premoum for every family who needs it; that stops insurances companies from discriminating and denying coverage to those who need it most
...
Change is giving every child a world-class education by recruiting an army of new teachers with better pay more suppport; by promising four years of tuition to any american willing to serve their community and their country; by realizing that the best education starts with parents who turn off the TV, and take away the video games, and read to our children ince in a while.

that is what change is
that is the choice in this election

(Quotes from Obama's speech on US Presidential Election 2008)

Read more...

Pilihan

>> Kamis, 20 Desember 2012

Dua jalan bercabang di hutan yang menguning
Maaf aku tidak bisa melewati dua-duanya
Sebagai satu-satunya pengelana, lama aku berdiri
Menatap salah satunya sejauh mungkin
Sampai Jalan itu berbelok di semak-semak.

Lalu kupilih jalan yang lain, sama rupa dan wujudnya.
Mungkin malah tampak lebih baik,
Karena jalan itu berumput dan ingin dipijak;
Meski lalu lalang di tempat itu
Telah sama-sama mengubah keduanya

Pagi itu, dua jalan sama-sama terbentang
Tertutup daun-daun yang tak pernah terinjak
Oh, kusimpan yang pertama untuk lain hari!
Meski melihat dari pengalaman.
Aku ragu apakah aku akan kembali.

Dengan berat aku bercerita
Pada masa yang teramat lampau;
Dua jalan bercabang di hutan, dan aku..
Aku memilih jalan yang jarang dilalui orang,
Dan pilihanku sudah membuat perbedaan besar...

(Paulo Coelho, The Winner Stands Alone)

Read more...

Mimpi dari Camar untuk Tikus

Seekor camar sedang terbang melintasi pantai ketika matanya tertumbuk pada seekor tikus: 
" Di mana sayapmu?" 
Setiap binatang bicara dengan bahasa masing-masing, jadi si tikus tidak memahami pertanyaan itu, ia hanya menatap dua benda besar dan aneh yang tampak menyatu dengan tubuh mahluk tersebut. 
" Pasti dia sakit," pikir si tikus. 
Si camar melihat si tikus memerhatikan sayapnya dan berpikir: 
" Kasihan. Pasti binatang itu sudah diserang monster yang membuatnya tuli dan merampas sayapnya." Karena iba melihat tikus itu, si camar memungutnya dengan paruh dan membawa si tikus jalan-jalan di udara. 
" Mungkin tikus ini rindu rumah," pikir si camar saat mereka terbang. Lalu, dengan hati-hati, si camar mengembalikan tikus itu ke tanah. 
Selama berbulan-bulan berikutnya, si tikus tenggelam dalam depresi. ia teringat pengalamannya berada di tempat-tempat tinggi dan melihat dunia luas yang indah. Namun lambat laun tikus itu pun kembali terbiasa menjadi tikus lagi dan mulai percaya bahwa keajaiban yang sempat terjadi dalam hidupnya hanyalah mimpi belaka.

Read more...

About This Blog

About This Blog

  © Blogger template Autumn Leaves by Ourblogtemplates.com 2008

Back to TOP