Siput dan Kelinci (cerita yang lain)

>> Sabtu, 23 Mei 2009

Siput dan kelinci bersepakat untuk mengadakan pertandingan adu lari esok hari, tidak tanggung-tanggung jauhnya jarak lintasan yang harus mereka tempuh, yaitu dari sabang menuju merauke. Begitu jauh begitu melelahkan. Hari ini mereka beristirahat sepuas-puasnya untuk persiapan pertandingan lari keesokan harinya.
Hari H pertandingan, mereka berdua mengawali pertandingan lari dari sabang. Sesaat sebelum pertandingan dimulai sang kelinci berkata kepada sang siput, “eh siput, yakin deh kamu tuh ga akan bisa memenangkan pertandingan ini dari aku, jadi lebih baik kamu mengaku kalah saja sekarang sebelum pertandingan dimulai, daripada nanti kita harus bercapek-capek lari dan menghabiskan waktu yang sangat banyak, kalo kamu ngaku kalah khan enak tuh, waktu yang tadinya akan kamu gunakan buat pertandingan lari ini dapat kamu gunakan buat hal lain, ya gak put??” lalu sang siput pun menjawab, “eh kelinci dengerin ya baik-baik omonganku pemenang itu selalu lahir dari sebuah pertandingan ga ada pemenang tanpa sebuah pertandingan”. “Ah sok tau lo put, ya udah kalo lo udah siap kalah sih” ,kata kelinci. Akhirnya pertandingan dimulai, sebelum pertandingan dimulai gajah sebagai wasit dalam pertandingan tersebut berpesan agar siapapun yang menjadi pemenang harus menunggu yang pihak kalah tiba di tempat tujuan terakhir, dan ia tidak boleh meninggalkan tempat tersebut sebelum pihak kedua tiba. dan benar seperti dugaan banyak orang termasuk saya, dan anda, akhirnya kelincilah yang menjadi pemenang ia mampu menyelesaikan pertandingan tersebut dengan waktu hampr 40 tahun. Namun sang siput belum juga tiba di garis finish, 10tahun, 15 tahun, 20tahun ia terus menunggu siput. Akhirnya siput pun tiba setelah 20 tahun sang kedatangan sang kelinci. Dengan tersenyum ditemuinya sang kelinci yang telah menjadi bangkai karena terlalu lama menunggu. Didepan bangkai kelinci tersebut sang siput berucap,

“Kasihan kau kelinci, sebetulnya dari awal aku pun yakin aku akan kalah, namun aku berpikir bagaimana dengan kekalahan itu aku dapat menjadikan kekalahanku ini menjadi bermakna, lalu aku berpikir bahwa aku harus menikmati kekalahanku, tidak ngoyo menjadi pemenang ketika diperjalanan aku banyak berbuat untuk orang orang yang kutemui di jalan, aku banyak singgah di banyak tempat membantu anyak orang sehingga akupun bertambah banyak teman di jalan yang membekaliku banyak makanan untuk sampai di tempat ini, dan tanpa kusadari sepanjang lintasan yang kulewati itu tumbuh rumput-rumput hijau karena terbasahi lendir yang keluar dari tubuhku. Aku telah melakukan banyak hal selama perjalananku sementara kau, yang dapat kau lakukan adalah hanya menunggu dan terus menunggu kedatanganku, Memang kau adalah pemenangnya kelinci namun sayangnya kau tak dapat menikmati kemenanganmu karena kini kau telah menjadi bangkai, sedangkan aku sedari awal aku sudah merasa akan kalah dan tidak pernah terpikir olehku menjadi pemenang tapi sekarang orang-orang akan mengenalku sebagai pemenang karena ketiadaannya dirimu dan karena apa yang telah aku lakukan selama perjalananku. Dan yang lebih penting lagi adalah aku menjadi pemenang karena telah berhasil membuatmu menungguku bertahun-tahun tanpa dapat melakukan apa-apa bahkan sampai datang kematianmu,”.
(renungan untuk sekelompok orang “disana” yang hanya berpikir untuk sebuah kemenangan tanpa sebuah kebermaknaan)

1 komentar:

.: Kartika :. 2 Juli 2009 23:10  

sebenernya si kelinci pun tetap akan menang seandainya dia melakukan banyak hal selama perjalanan ..terlebih dia tahu dia bisa bergerak cepat, jadi dia tidak harus khawatir akan kalah.

such a beautiful note.. i love it!! :)

About This Blog

About This Blog

  © Blogger template Autumn Leaves by Ourblogtemplates.com 2008

Back to TOP